Lapas dan Rutan Penuh Sesak, Kemenkumham: Utamakan Kesehatan dalam Penanganan Penyalahgunaan Narkotika

Lapas dan Rutan Penuh Sesak, Kemenkumham: Utamakan Kesehatan dalam Penanganan Penyalahgunaan Narkotika
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reynhard Silitonga

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjenpas Kemenkumham) RI mendukung penanganan penyalahgunaan narkotika, khususnya pemakai lebih mengutamakan aspek kesehatan bukan pemenjaraan.

"Lapas dan rutan penuh sesak yang didominasi pelaku tindak pidana narkotika mengakibatkan kegiatan pembinaan kemandirian serta pembinaan kepribadian tidak berjalan optimal, " kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reynhard Silitonga, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (27/7/2021).

 

Menurut Reynhard, biaya operasional yang harus dikeluarkan negara dalam jumlah besar, sehingga lebih baik jika biaya tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan rehabilitasi para pemakai.

Warga binaan kasus tindak pidana narkotika, kata Reynhard, menjadi penyumbang terbesar yang mengakibatkan lapas dan rutan di tanah air kelebihan kapasitas atau "over crowded"

Berdasarkan data Subdirektorat Data Informasi, Ditjenpas, per 26 Juli 2021 terdapat 139.088 warga binaan kasus narkotika dari total 268.610 penghuni lapas dan rutan. Artinya, sebanyak 51, 8 persen penghuni merupakan pelaku tindak pidana narkotika.

Reynhard menuturkan kapasitas hunian lapas dan rutan di Indonesia adalah 132.107 penghuni.

 

Dengan demikian, jumlah penghuni kasus narkotika saja sudah melebihi kapasitas yang tersedia.

Reynhard menegaskan lapas dan rutan seharusnya jadi tempat pidana umum, pidana khusus, terorisme, pencucian uang, kasus penebangan liar dan sebagainya, namun saat ini didominasi oleh kasus narkotika.

"Kapasitas 132.000-an ini bahkan tidak cukup untuk kasus narkotika saja, " ujarnya.

Dia mengatakan selama lima tahun terakhir kondisi hunian lapas dan rutan meningkat sekitar 130.000-an, sehingga diperkirakan dalam lima tahun ke depan terjadi peningkatan yang sama.

"Jika semangat pemenjaraan terus dibiarkan, maka dalam lima tahun ke depan penghuni lapas dan rutan dapat mencapai 400.000-an, " katanya.

Sementara itu, dari 139.088 terpidana kasus narkotika, sebanyak 101.032 orang di antaranya adalah penerima pidana di bawah 10 tahun, 13.685 penerima pidana di atas 10 tahun dan 24.371 lainnya tahanan.

"Penghuni terbanyak merupakan kategori pemakai atau tersangka dengan barang bukti yang kecil, " ujar Reynhard.

Reynhard Silitonga
Update

Update

Previous Article

Mensos Tri Rismaharini Imbau Penerima Bansos...

Next Article

Pratama Persadha: Data BRI Life Diretas...

Related Posts

Peringkat

Profle

Alamsyah putra

Agung Sugenta Inyuta

Agung Sugenta Inyuta

Postingan Bulan ini: 4

Postingan Tahun ini: 9

Registered: Jul 16, 2021

Abd. Malik & Habibi

Abd. Malik & Habibi

Postingan Bulan ini: 4

Postingan Tahun ini: 14

Registered: Aug 6, 2021

Asripilyadi

Asripilyadi

Postingan Bulan ini: 3

Postingan Tahun ini: 32

Registered: Jul 15, 2021

Narsono Son

Narsono Son

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 4

Registered: May 25, 2021

Profle

Narsono Son

Diduga Selewengkan DD, Mantan Kades Margodadi di Laporkan ke Kajari
Waspada Jika Melintas di Jalan Poros Pekkae-Soppeng Banyak Jalan Berlubang
Dipicu oleh Putusan Panitia, Gelombang Protes Balon Mulai Terlihat
Polsek Percut Sei Tuan Enggan Tanggapi Konfirmasi Wartawan Terkait Markas Judi di Wilkumnya

Follow Us

Recommended Posts

Nekat Curi Motor, 3 Pemuda Diboyong ke Polsek Beringin
Waspada Jika Melintas di Jalan Poros Pekkae-Soppeng Banyak Jalan Berlubang
Kinerja Dipertanyakan, Kesbangpol Barru Pilih kasih, Seharusnya Berkeadilan
Diduga Selewengkan DD, Mantan Kades Margodadi di Laporkan ke Kajari
Tekab 308 Polres Pesawaran Tangkap Pelaku Judi Togel